Rumah Prefabrikasi

Rumah prefabrikasi (disingkat prefab) adalah rumah yang kontruksi pembangunannya cepat karena menggunakan modul hasil fabrikasi industri (pabrik). Komponen-komponennya dibuat dan sebagian dipasang oleh pabrik (off site). Setelah semuanya siap, kemudian diangkut ke lokasi, disusun kembali dengan cepat, sehingga tinggal melengkapi utilitas (utility) serta pengerjaan akhir (finishing). Dengan demikian, beberapa manfaat seperti waktu konstruksi yang cepat, lingkungan pembangunan yang lebih bersih, dan biaya yang lebih murah, dapat diraih. Karena biasanya berdasar atas modul, maka keleluasaaan pemilihan disain pun menjadi terbatas pada apa yang telah tersedia. Namun ini tidak mengurangi minat pasar untuk terus menggunakannya.

Dibalik fakta yang dijelaskan di atas, konotasi kata prefabrikasi saat ini mengalami perubahan. Era sebelumnya rumah prefabrikasi hanya mengandung terminologi: material terbatas, massal dan hibrid pada suatu lokasi, moduler, panel, fabrikan (manufactured), dengan sistem semi-fix (pre-engineered system). Namun kini, terutama di Jepang, rumah prefab tak ada bedanya dengan rumah-rumah biasa: materialnya beragam bahkan high-tech end, tidak harus massal pembangunanya (fleksibel sesuai kebutuhan), dan bersifat permanen. Faktor terakhir ini (budaya berumah) tak lepas dari perjalanan sejarah industri perumahan di Jepang sendiri.

Perkembangan Rumah Prefabrikasi

Definisi rumah prefab di dunia sangat beragam. Di Amerika atau Canada rumah prefab lebih dikenal sebagai manufactured house yang bertumpu pada struktur baja, mengikuti mobile home atau caravan sebagai rumah dinamis yang menjadi pendahulu untuk hampir empat abad lamanya (sebutan lain adalah portable house prefab). Ini juga tidak lepas dari proses produksi manufactured house yang 85% di antaranya harus diselesaikan di dalam pabrik, atau masih dibedakan dengan modular house sebagai rumah prefab. Data tahun 1996, 24% konsumsi rumah baru di Amerika adalah rumah keluaran pabrik ini (3% di antaranya adalah rumah prefab moduler).

Kasus di Eropa (terutama negara-negara baltik) dan Jepang berbeda lagi. Rumah prefab hanya mempunyai satu definisi. Yaitu sebagai rumah dengan modul tertentu dan dibangun layaknya rumah biasa (dari satu lantai sampai low rise house). Bedanya adalah sebagian dari komponennya banyak yang diselesaikan di pabrik. Beberapa kalangan mengelompokkan pendefinisian ini ke dalam dwellhouse prefab dan telah menjadi bagian dari budaya berumah di negara-negara tersebut. Setelah perang dunia kedua, dengan banyaknya proyek rehabilitasi permukiman atau pembangunan massal, rumah prefab banyak menjadi pilihan karena kecepatan pembangunannya dan murah. Kayu banyak digunakan sebagai pilihan utama material bangunan karena sifat fleksibiltiasnya (menyangkut teknologi pada saat itu).

Dari kayu ini, saat ini material bangunan untuk rumah prefab sudah sangat beragam, seperti beton pracetak (precast concrete), baja ringan (light gauge-steel), kayu lapis (timber framed) dan beragam materi mutakhir lainnya. Dari produksi massal, saat ini masyarakat bisa memilih rumah-rumah prefab itu secara individu dengan hanya memilih disain di katalog atau ruang pamer (housing plaza) dan beberapa modifikasi yang dimungkinkan. Rumah akan berdiri dalam waktu pengerjaan (construction time) tak lebih dari sebulan setelah semua syarat (termasuk tanah tentunya) tersedia.

Daiwa House dan Sekisui House yang telah lama bergerak dalam bisnis real estat sejak awal tahun 1960-an, yang diikuti Mitsui House dan Misawa Home, telah menggunakan konsep rumah prefab untuk produk-produknya sejak awal. Dengan mempercepat jangka waktu konstruksi dan pengerjaan di lokasi, kualitas terkontrol di pabrik, maka beberapa masalah yang berhubungan dengan biaya konstruksi dan gangguan terhadap lingkungan saat konstruksi sedikit banyak bisa tereduksi. Selain itu respon terhadap isu berkeberlanjutan mulai lebih diperbarui dengan pemanfaatan material-material bangunan ramah lingkungan (eco friendly materials), seperti penggunaan bahan-bahan daur ulang (recycled materials) dan sistem fisika bangunannya pun lebih bertumpu pada solar atau hybrid power system

Meskipun terdapat keterbatasan disain (minimalis) pada disain rumah prefab, namun pada kenyataannya produksi rumah prefab di Jepang (termasuk untuk ganti model) menunjukkan kecenderungan naik akhir-akhir ini (dari tahun 1991-2000 tiap tahun terdapat pembangunan sekitar 1.2-1.5 juta rumah prefab ini, JREI, 2000). Peran pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Jepang dalam mendorong pengembangan rumah prefab sebagai bagian dari metode memperbanyak jumlah rumah layak bagi masyarakat pun berperan besar. Faktor mahalnya harga tanah dan bangunan menjadi faktor penghambat masyarakat memiliki rumah, terutama bagi keluarga muda. Mereka yang memilih tinggal di pinggiran kota atau kota-kota kecil lah yang dibidik sebagai konsumen rumah prefab ini. Mereka lebih memilih hidup di atas rumah sendiri meskipun kecil. Persis seperti ungkapan Frank Gehry, seorang arsitek dunia dalam merespon perkembangan rumah mungil prefab ini, “The problem with the younger generation is that no-one is interested in making monuments”.

( taken from : Muhammad Sani Roychansyah, staf di Jurusan Arsitektur dan Perencanaan FT UGM, saat ini sebagai Postdoctoral Research Fellow pada Department of Architecture and Building Science, Tohoku University, Sendai, Jepang.
E-mail: sani@hjogi.pln.archi.tohoku.ac.jp )

10 responses to “Rumah Prefabrikasi

  1. klo pembangunan rumah sudah disiapkan pabrik! orang sipil sama arsitek kerjanya kurang seru donx

  2. Saya rasa malah sebaliknya Bang Ciput…
    Kita sebagai kaum engineer semakin dituntut untuk lebih bisa berkreasi
    Dari artikel di atas saya lihat banyak sekali keuntungan dari pembuatan prefab house tanpa mengesampingkan faktor endurance (ketahanan) dari material yang bersangkutan
    Modifikasi bahan utamanya jelas direncanakan memiliki kekuatan struktur lebih, mengingat sistemnya yang fleksibel (bisa lepas -pasang) namun permanen. (*cmiiw*) Disitulah tantangan untuk kita, bagaimana mendesain hal baru yang sederhana penerapannya, namun tinggi kehandalannya, dan tetap ramah lingkungan😉

    Semoga bermanfaat

  3. saya mau bangun rumah, apakah rumah prefab ini lebih murah?

    dimana saya bsa cari kontraktornya?

  4. saya tertarik tentang system pracetak, sehingga saya bawa dalam laporan kerja praktik penelitian saya. Setelah membaca artikel ibu. purwaningtyaswidyahapsari, saya lebih tertarik lagi. saya minta masukan tentang nama dan alamat pabrik2 yang membuat elemen precast ? trima kasih

  5. Untuk Sdr Putra,

    Hmmm…pabrik elemen precast yang saya ketahui baru milik PT Wika Beton (anak perusahaan PT.Wijaya Karya). Kantor Wika terdekat ada di Jl. A.Yani tetapi kalau pabriknya di Jl. Raya Kejapanan 323-Gempol(Pasuruan). Seingat saya kalau mau ngurus perijinan ke kantornya dulu,membawa surat keterangan dari institusi. Terus setelah di-ACC baru ngurus perijinan ke pabrik di Pandaan. Agak ribet sih,,,cz mmg pabriknya ngga bwt konsumsi umum (*kata ibu pegawai kantor Wika)
    Ada juga PT.Varia Usaha Beton (anak perusahaan PT. Semen Gresik). Pabrik terdekat di Jl.Letjend S.Parman 38 Waru-Sidoarjo
    Kemudian PT Adhimix Prexast Indonesia (anak perusahaan PT. Adhi Karya). Pabrik terdekat kurang tahu dimana
    Terus juga ada PT. Beton Elemenindo Perkasa di daerah Batujajar,Bandung
    PT. Conbloc Indonesia-Tangerang
    PT Duta Sarana Perkasa (yang ini produksi pipa beton pracetak). Pabrik ada di Bogor

    Silakan disesuaikan dgn lokasi terdekat😉
    Met KP yaaa…Have fun😉
    Make sure u get a lot of great things u’ve never seen before!

  6. prefabrikasi mempunyai banyak keuntungan dan kelebihan…

    selain desain yang cenderung minimalis dan modular…
    keterbatasan apa saja yang kira-kira akan kita hadapi dalam perancangan bangunan dengan prefabrikasi.

  7. saya masih ragu akan kekuatan produk prefab atas beban gempa…

  8. saya ingin bertanya ibu apakah boleh????

    saya mahasiswa tingkat akhir jurusan arsitektur…
    saya membuat judul tugas akhir saya “Rusunami dengan sistem prefabrikasi”
    yg saya ingin tanya kan adalah kekuatan tentang prefabrikasi….
    sampai ketinggian berapa lantai ia bisa di bangun….dan menggunakan mutu beton yg K berapa?????

  9. mau menanggapi pendapat om siput sawah boleh kah???

    mohon maaf sebelum nya….
    kalo menurut saya untuk org arsitek dan org sipil pasti tetep ada kerjaan nya om….’
    itu kan hanya sistem(cara)…tapi untuk desain kan harus tetap di olah…
    yg di kerjakan di pabrik ituh hanya modul nya sajah bukan desain nya….

    mohon maaf bila ada kesalahan dari pendapat saya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s